
KESEHATAN LINGKUNGAN
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KEJADIAN MALARIA DAN UPAYA PENGENDALIAN BERBASIS LINGKUNGAN
Oleh : Elvina Meuthia Maharani
Kesehatan Masyarakat Universitas Lampung
Embaranpos.id-Perubahan iklim dapat mempengaruhi dinamika penyakit menular yang ditularkan oleh vector seperti malaria. Perubahan iklim dapat meningkatkan penyakit yang ditularkan melalui vector. Hubungan antara factor iklim dan kejadian malaria sudah sering terjadi, perubahan iklim merupakan faktor penting terjadinya penyebaran berbagai jenis penyakit seperti malaria. Malaria adalah penyakit parasit yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan terutama di Indonesia (Mau et al., 2021). Faktor-faktor iklim, seperti suhu, kelembaban, dan curah hujan, telah terbukti mempengaruhi penyebaran dan kejadian malaria (Farmi et al., 2023).
Perubahan iklim mempengaruhi kondisi lingkungan yang menyebabkan peningkatan frekuensi kontak antara nyamuk dan manusia. Perubahan iklim ditandai dengan peningkatan suhu udara, peningkatan pola curah ujan dan peningkatan kelembapan yang hal ini mempengaruhi ekosistem dan kondisi lingkungan yang berkaitan langsung degan vector penyakit. Perubahan iklim mempengaruhi aspek seperti suhu yang meningkat yang akan mempercepat siklus hidup nyamuk dan perkembangan parasite, curah hujan meningkat yang menyebabkan genangan air sebagai tempat perindukan, kelembapan tinggi yang meningkatkan umur nyamuk aktivitas menggigit dan perubahan ekosistem. Pada kondisi lingkungan yang disebabkan perubahan iklim meningkatkan resiko malaria.
Terjadinya genangan air, system drainase yang buruk, perubahan penggunaan lahan dan kualitas perubahan yang tidak ramah lingkung menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
Faktor kerentanan masyarakat, seperti kondisi sosial ekonomi, perilaku pencegahan, dan akses layanan kesehatan. Untuk menekan dampak perubahan iklim terhadap kejadian malaria, diterapkan upaya pengendalian malaria berbasis lingkungan yang meliputi modifikasi lingkungan, manajemen tempat perindukan nyamuk, perbaikan permukiman, serta pemberdayaan masyarakat.
Kondisi iklim yang berubah menciptakan lingkungan yang mendukung penularan malaria dan memperluas wilayah endemis. Lingkungan fisik yang tidak terkelola, seperti genangan air, drainase buruk, dan pemukiman padat, memperparah risiko penularan malaria. Upaya pengendalian malaria berbasis lingkungan merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk menekan dampak perubahan iklim terhadap kejadian malaria.
Maka dari itu dibutuhkan pengendalian penyakit berbasis lingkungan seperti pengendalian vector, pemberdayaan dan edukasi masyarakat untuk menghadapi dampak perubahan iklim terhadap malaria.
Daftar Pustaka ;
Farmi, Endriko., Gusti, Aria., Siswati, Sri., & Masrizal. (2023). Penyakit Malaria Berdasarkan Faktor Risiko Demografis Lingkungan dengan Pendekatan Spasial. Jurnal Ilmu Kesehatan. 7(2), 489-495. doi : http://dx.doi.org/10.33757/jik.v7i2.721
Mau, Fridolina., Tallan, Mefi., & Bullu, Anderia. (2020). Fluaktuasi iklim dan Kejadian Malaria Sebelum Eliminasi di Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Journal of Health Epidemiology aand Communicable Disease. 6(2), 42-48.

Tidak ada komentar