PETIR800 LIVECHAT MAWAR500 LIVECHAT

HUT Ke-27, Pemkab Lamtim Dikecam MPAL Soal Busana Muli–Mekhanai: “Jangan Ngawur soal  Adat”

Avatar photo
Embaran Post
17 Apr 2026 03:06
3 menit membaca

HUT Ke-27, Pemkab Lamtim Dikecam MPAL Soal Busana Muli–Mekhanai: “Jangan Ngawur soal  Adat”

EMBARANPOS.ID-LAMPUNG TIMUR – Menjelang pelaksanaan Hari Ulang Tahun Ke-27 Kabupaten Lampung Timur 2026, Pemkab Lamtim kembali menuai kecaman. Ketersinggungan masyarakat terkait unsur SARA memantik reaksi keras dari tokoh adat.

Belum reda persoalan Festival Mighul dan jumlah lekuk Lambang Siger yang menuai sorotan, terbaru beredar foto busana yang dipakai dalam pemilihan _Muli–Mekhanai_ 2026. Busana itu dinilai keluar dari pakem serta nilai-nilai adat dan budaya Lampung: _Tata Titi, Gemattei, dan Perattei_, termasuk cara berpakaian dan hak pakai bagi masyarakat adat di Lampung Timur.

Ketua Umum Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Lampung Timur, Sidik Ali bergelar Suttan Kiyai, menegaskan Pemkab harus lebih hati-hati.

“Tempo hari untuk membantu mendinginkan suasana, menjaga kondusifitas dan stabilitas pemerintahan atas kegaduhan jumlah lekuk Siger pada logo, kami memberi atensi dan masukan. Kiranya pemerintah dalam membuat kebijakan utama mengenai Suku, Adat, Agama, Ras, intinya mengarah unsur SARA, mengedepankan prinsip-prinsip kecermatan, ketelitian, dan kehati-hatian. Hal tersebut masuk kategori sensitif dan krusial yang rentan, efeknya bisa fatal,” katanya.

Menurut Suttan Kiyai, aturan dan tatanan atau _tata titi_ yang berlaku sifatnya mengikat dalam khasanah budaya masyarakat adat Lampung. “Jadi tidak boleh ngawur dan sembarangan. Jangan merasa diri lebih pandai dan mengerti,” tegasnya.

“Jika berulang kali berarti tidak menghargai. Ini sama saja pelecehan dan penghinaan kultur namanya. Apa perlu _CAKAK LALANG_, _TURUNKEN CEPALO SERTO DENDO_ SESUAI HUKUM ADAT? Juga melalui Tim Hukum MPAL kami akan perkarakan dan pidanakan dengan sangkaan melakukan pelecehan, penghinaan, dan penistaan terhadap adat dan budaya Lampung,” ucap Suttan Kiyai dengan nada kesal.

Ia menambahkan, hampir tiga dekade _Bumei Tuwah Bepadan_ Lampung Timur berdiri, baru di zaman ini kecerobohan demi kecerobohan dalam kaitan adat istiadat diulangi.

“Ini akibat Kepala Daerah yang menempatkan ASN tidak secara proporsional dan profesional dengan prinsip _the right man on the right place,” kata Suttan Kiyai.

“Saya jadi teringat kata pribahasa, keledai saja tak jatuh di lubang yang sama sampai dua kali. Dan kami ingatkan juga pada suatu pepatah: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Apapun itu kalau sudah sewenang-wenang dan melampaui batas akan ada konsekuensinya,” ujarnya.

Suttan Kiyai menutup, belum terlambat bagi Bupati Lampung Timur untuk meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Lampung Timur.

Sebelumnya Dinas pariwisata pemuda dan olahraga melalui kepala bidang pariwisata Adianto, pihaknya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekeliruan yang terjadi dalam materi publikasi kegiatan tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Adianto mengakui adanya kekeliruan yang disebabkan keterbatasan pemahaman panitia terhadap budaya lokal.

“Ya pak, saya atas nama pribadi dan seluruh jajaran panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan kami. Ini akibat minimnya pengetahuan kami di bidang budaya Lampung Timur,” ujar Adianto, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa permohonan maaf tersebut ditujukan kepada seluruh tokoh adat yang merasa dirugikan atas penggunaan simbol budaya yang tidak sesuai pakem.

“Sekali lagi kami haturkan permohonan maaf kepada seluruh tokoh adat atas kekeliruan kami selaku jajaran panitia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adianto menyampaikan komitmen pihaknya untuk melakukan perbaikan ke depan dengan melibatkan tokoh adat serta seluruh elemen masyarakat dalam setiap proses perencanaan kegiatan.

“Kedepan kami akan selalu berkolaborasi dengan tokoh adat dan seluruh lapisan masyarakat sebelum menyelenggarakan kegiatan,” tegasnya.

Saat ditanya terkait rencana revisi materi publikasi yang menjadi polemik, Adianto memastikan perbaikan akan segera dilakukan.

“Segera akan kami perbaiki, pak,” singkatnya.

Polemik ini mencuat setelah tokoh adat Lampung menilai penggunaan atribut dalam materi Pemilihan Muli Mekhanai 2026 tidak sesuai dengan pakem adat, bahkan dinilai mencederai nilai dan marwah budaya Lampung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot
PETIR800 LOGIN PETIR800 Keunikan Ilustrasi Bertema Permata Dan Artefak Dalam Aztec Gems Mahjong Wins 3 Dan Perkembangan Tampilan Antarmuka Hiburan Digital Menelusuri Ragam Simbol Keberuntungan Dalam Permainan Fortune Dragon Penggunaan Karakter Petualangan Dan Tema Gurun Dalam Wild Bandito Caishen Wins Mengangkat Inspirasi Budaya Tradisional Dalam Desain Permainan Eksplorasi Gaya Visual Warna Warni Dalam Game Sweet Bonanza Fortune Ox Mengenal Makna Simbol Kerbau Pada Ilustrasi Digital Mahjong Ways 2 Dalam Pembahasan Perkembangan Grafis Hiburan Online Fortune Mouse Dan Inspirasi Karakter Hewan Pada Permainan Digital Mengenal Perpaduan Animasi Fantasi Dan Desain Pada Starlight Princess Fortune Rabbit Sebagai Contoh Inspirasi Simbol Hewan Dalam Game Eksplorasi Tema Sejarah Dan Artefak Dalam Treasures Of Aztec Peran Desain Latar Dan Animasi Dalam Game Fortune Dragon Lucky Neko Mengenal Budaya Kucing Keberuntungan Dalam Hiburan Digital Mengamati Perubahan Gaya Visual Dan Efek Pada Mahjong Ways 2 Wild Bandito Dalam Kajian Karakter Petualang Dan Visual Game Ulasan Gaya Grafis Bertema Manis Dari Permainan Sweet Bonanza Mahjong Ways Dan Adaptasi Elemen Tradisional Ke Hiburan Modern Mahjong Wins 3 Mengenal Variasi Desain Dan Animasi Permainan Digital Analisis Konsep Karakter Dan Visual Bertema Asia Pada Caishen Wins Fortune Tiger Dalam Perkembangan Ilustrasi Karakter Hewan Di Game Mengenal Penggunaan Warna Emas Dan Simbol Dalam Gates Of Olympus Aztec Gems Dan Inspirasi Ornamen Peradaban Kuno Pada Permainan Perpaduan Warna Dan Desain Latar Pada Starlight Princess Mengenal Konsep Karakter Tikus Keberuntungan Melalui Fortune Mouse Fortune Ox Dan Representasi Hewan Dalam Ilustrasi Permainan Digital Eksplorasi Elemen Grafis Dan Efek Visual Pada Mahjong Wins 3 Fortune Tiger Mengenal Inspirasi Karakter Harimau Dalam Game Online Memahami Perkembangan Animasi Dan Ilustrasi Dalam Mahjong Ways 2 Caishen Wins Dan Pengaruh Simbol Tradisional Pada Hiburan Digital Mahjong Ways Mengenal Konsep Desain Visual Dalam Permainan Hiburan Digital Eksplorasi Tema Petualangan Dan Karakter Unik Dalam Wild Bandito Starlight Princess Dan Penggunaan Animasi Fantasi Pada Permainan Modern Mengenal Desain Karakter Bertema Keberuntungan Dalam Fortune Rabbit Sweet Bonanza Menghadirkan Inspirasi Warna Cerah Dalam Hiburan Digital Perkembangan Gaya Ilustrasi Asia Pada Permainan Digital Lucky Neko Gates Of Olympus Dan Inspirasi Mitologi Yunani Dalam Desain Game Menelusuri Konsep Petualangan Kuno Dalam Permainan Treasures Of Aztec Fortune Dragon Mengenal Simbol Naga Dalam Budaya Permainan Asia Keunikan Desain Permata Dan Elemen Visual Pada Aztec Gems