
Miris!!! Gubuk Reyot Tak Layak Huni Dihuni 7 Orang Hanya Berjarak -+100 M Dari Kediaman Salah Satu Anggota DPRD Lampung Timur

Embaranpos.id-Lampung Timur – Gubuk Reyot berdinding papan usang dihuni oleh satu keluarga berjumlah 7 orang.Diatas kasur tipis dan tikar usang terdengar erangan kecil dari bibir kering sang tulang punggung keluarga yang kakinya nyaris putus akibat terkena pisau mesin pembabat rumput.
Di ujung pesisir Lampung Timur,desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti.Dinding rumah sebagian disekat memakai kain,menjadi saksi bisu perjuangan hidup yang getir yang harus dijalani oleh Agus dan adik – adiknya.
“Agus tulang punggung keluarga, kini terbaring lemah. Musibah tak terduga menimpanya,dia terluka parah pada kakinya akibat mesin potong rumput yang merenggut kemampuannya untuk mencari nafkah bagi keluarganya”, jelas tetangganya. (29/12/25)

Aktifis sosial dan kemanusiaan ” Rijal Peduli” mendatangi kediaman Agus untuk melihat kondisi keluarga tersebut
“Kondisi lukanya membutuhkan perawatan intensif dan rutin di rumah sakit. Namun, bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, biaya pengobatan adalah tembok tinggi yang sulit ditembus. Agus, yang dulu berlayar sebagai buruh nelayan, kini tak lagi sanggup melaut. Sumber penghasilan keluarga seolah lenyap ditelan ombak. Kebutuhan sehari-hari pun menjadi terlantar, rumah tangga ini kini menghadapi ancaman kelaparan dan keputusasaan”,tutur Bang Rijal
Bang Rijal mengatakan bahwa Agus butuh biaya untuk pembelian obat-obatan yang tidak sedikit, serta biaya rutin kontrol ke rumah sakit. Setiap tetes obat adalah harapan untuk Agus bisa pulih.
“Agus harus segera sembuh. Ia harus segera kembali kuat agar bisa berdiri tegak dan bekerja lagi, demi memenuhi kebutuhan istri dan orang tuanya. Kesembuhannya bukan hanya tentang pulihnya fisik, tapi juga tentang tegaknya kembali harapan bagi satu keluarga”, tambah Bang Rijal
Gubuk tak layak huni tersebut hanya berjarak kurang dari 100meter kediaman anggota DPRD Lampung Timur.
“Dia (anggota DPRD_red) ngomongnya sih sudah bantu, tapi saya belum mengetahui bantuan seperti apa..?. Kami mengetuk hati para Dermawan untuk membantu Agus agar dapat segera sembuh dan hidup layak”, pungkasnya.
Mirisnya lagi, selain harus berhimpitan didalam ruangan sempit, diketahui pula sebagian adik – adik Agus harus putus sekolah dan buta huruf.

Tidak ada komentar