PETIR800 LIVECHAT MAWAR500 LIVECHAT

Korban Dugaan Penganiayaan Malah Diduga Diancam, Nama MBG Desa Taman Negeri  Terseret

Avatar photo
Embaran Post
5 Sep 2026 07:39
3 menit membaca

Korban Dugaan Penganiayaan Malah Diduga Diancam, Nama MBG Desa Taman Negeri  Terseret

LAMPUNG TIMUR — EMBARANPOS.ID Miris. Seorang perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh oknum satpam yang bertugas di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Taman Negeri, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, justru mengaku mendapat tekanan dan ancaman setelah peristiwa tersebut.

Alih-alih memperoleh perhatian dan perlindungan, korban disebut mendapat pesan melalui WhatsApp dari seorang pria berinisial Adi, yang mengaku memiliki keterkaitan dengan MBG tersebut.

Dalam percakapan yang diterima media, Adi meminta korban mengangkat telepon dan bahkan menyampaikan akan mendatangi rumah korban bersama keluarganya apabila komunikasi tidak direspons.

“Udah mbak angkat teleponnya ya, kalau nggak saya ke rumah sekalian ketemu sama keluarga sampean. Kalau memang sampean dirawat, dirawat di mana?”

Pesan tersebut dinilai korban sebagai bentuk tekanan, terlebih dirinya tengah berada dalam kondisi pascakejadian dugaan penganiayaan.

Tekanan kembali muncul melalui pesan suara (voice note). Dalam rekaman tersebut, Adi mempertanyakan sikap korban yang menyebut persoalan itu tidak memiliki hubungan dengannya.

“Kamu ngomong nggak ada urusan, tetap ada urusan sama saya, soal menyangkut nama MBG. Kalau nggak nyangkut nama MBG, nggak mungkin saya nyari kamu.”

Ia kemudian meminta korban untuk bertemu dengan alasan ingin menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.

“Ini MBG, MBG saya ya. Kamu bukan cuma sekali dua kali. Kamu kalau pengen selesai baik-baik, temui saya malam ini.” Katanya dengan nada tinggi

Dalam rekaman suara lainnya, Adi juga menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan berkaitan dengan seseorang bernama Pak Muksin.

“Itu bukan dapur Pak Muksin, bukan dapur Pak Muksin. Nggak ada urusan sama Pak Muksin.” ujarnya

Ucapan tersebut kembali diakhiri dengan permintaan agar korban bertemu.

“Kalau mau selesai baik-baik kita ketemu.” Ujar Adi Melalui pesan suara Whatsapp

Rangkaian pesan tersebut memunculkan pertanyaan serius: mengapa persoalan yang bermula dari dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan justru berkembang menjadi tekanan agar korban bertemu dengan seseorang yang mengaku memiliki kepentingan atas nama MBG?

Jika benar terdapat dugaan tindak kekerasan terhadap korban, semestinya persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum dan pemeriksaan pihak berwenang, bukan melalui tekanan atau pendekatan yang berpotensi membuat korban merasa terintimidasi.

Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Adi guna mendapatkan penjelasan dan memastikan konteks sebenarnya di balik pesan-pesan tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Adi maupun pihak pengelola SPPG terkait dugaan penganiayaan serta komunikasi terhadap korban tersebut.

Perkembangan kasus ini patut menjadi perhatian, khususnya untuk memastikan bahwa setiap korban dugaan kekerasan memperoleh perlindungan dan dapat menyampaikan keterangannya tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot
PETIR800 LOGIN PETIR800