
LAMPUNG TIMUR — EMBARANPOS.ID — Revitalisasi SDN 2 Telogorejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, menuai tanda tanya. Ketua P2SP mengaku tidak mengetahui Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun proses pembelian material, sementara ketebalan rangka baja yang diukur awak media tercatat sekitar 0,6 milimeter.
Ketua P2SP SDN 2 Telogorejo, Suhadi, mengaku hanya ditugaskan kepala sekolah untuk mengawasi pekerjaan dan mencari tenaga kerja pada tahap awal.
“Saya hanya dikasih tugas sama kepsek untuk mengawasi saja. Untuk RAB saya tidak tahu dan belanja juga tidak mengetahui,” ujar Suhadi, Kamis (15/10/2026).
Sementara itu, Kepala SDN 2 Telogorejo, Siti Kalimah, menyatakan rangka baja yang digunakan telah memenuhi standar SNI dengan ukuran 0,75 milimeter.
“Kerangka baja sudah SNI, merek Sunplus dengan ukuran 0,75,” kata Siti.
Ia juga menjelaskan bahwa pembelian kebutuhan revitalisasi dilakukan bersama bendahara dan pembelian rangka baja telah dikoordinasikan dengan konsultan serta pengawas.
Perbedaan keterangan mengenai peran P2SP dan hasil pengukuran awal tersebut menjadi perhatian. Namun, angka pengukuran media belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan ketidaksesuaian spesifikasi sebelum dilakukan verifikasi teknis.
Dinas Pendidikan dan pihak berwenang diharapkan memeriksa dokumen RAB, bukti pembelian, spesifikasi material, serta kondisi rangka baja yang terpasang guna memastikan pekerjaan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan teknis independen yang memastikan adanya ketidaksesuaian material maupun pelanggaran dalam pelaksanaan revitalisasi tersebut.
Tidak ada komentar