
Wamenkop RI Tinjau Koperasi Agro Mulyo Lestari Lampung Timur, Dorong Koperasi Masuk Sektor Produksi dan Ketahanan Pangan
Embaranpos.id-Lampung Timur – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja dan peninjauan ke Koperasi Agro Mulyo Lestari di Desa Girimulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Senin (4/5/2026) .
Kunjungan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam memperkuat peran koperasi untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam kegiatan , Wakil Gubernur Lampung, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Bupati Lampung Timur, Wakapolres Lampung Timur, Direktur Pembiayaan Syariah, Staf Ahli Wakil Menteri Koperasi RI, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Lampung, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Lampung Timur, Forkopimcam Marga Sekampung, perangkat Desa Girimulyo, serta pengurus Koperasi Agro Mulyo Lestari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, laporan Kepala Koperasi Agro Mulyo Lestari, arahan Wakil Menteri Koperasi RI, sesi diskusi, sambutan Wakil Gubernur Lampung, dan ditutup dengan penutup.
Dalam laporannya, Kepala Koperasi menyampaikan bahwa koperasi yang berdiri dengan 90 anggota awal ini dibentuk sebagai wadah bagi petani alpukat di Kecamatan Marga Sekampung untuk memperkuat akses permodalan dan pengembangan usaha.
Koperasi berlokasi di Desa Girimulyo dan telah memiliki izin resmi. Saat ini kegiatan usaha yang dijalankan meliputi penjualan bibit alpukat, penampungan dan pemasaran hasil panen buah alpukat, serta penyediaan sarana prasarana pertanian.
“Kami berharap koperasi ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Menteri Koperasi RI menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Koperasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata untuk mendampingi dan melayani koperasi. Saat ini kementerian menjalankan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah mulai berjalan di banyak desa, termasuk di Lampung Timur.
Selain itu, kementerian juga mendorong koperasi agar tidak hanya bergerak di simpan pinjam, tetapi masuk ke sektor produksi, distribusi, hingga industri guna mendukung ketahanan pangan.
“Persoalan utama koperasi umumnya ada pada akses permodalan, akses pasar, dan kualitas SDM. Karena itu koperasi perlu dikelola secara profesional agar mampu bersaing dan dipercaya pasar, termasuk pembeli besar maupun luar negeri,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyediakan akses pembiayaan melalui LPDB dengan bunga rendah sekitar 3% yang khusus diperuntukkan bagi koperasi.
Pada sesi diskusi, petani Suparno menanyakan tindakan pemerintah terkait perlindungan tanaman dan penanganan hama. Wakil Menteri menjawab bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat, termasuk kemungkinan penugasan tenaga ahli untuk memberikan pendampingan.
Sementara itu, Asnawi mempertanyakan status LPSM dengan tenor 2 tahun yang masih dalam proses pengecekan lokasi dan belum cair. Dijelaskan bahwa pemerintah dapat memberikan dukungan pembiayaan sebagai modal awal koperasi agar bisa langsung membayar petani. Pembiayaan melalui LPDB juga disalurkan dalam bentuk kebutuhan usaha, bukan uang tunai.
Asnawi juga menanyakan cara meningkatkan kualitas buah, apakah melalui metode pembekuan (_frozen_). Wakil Menteri membenarkan bahwa metode pembekuan dapat meningkatkan nilai dan kualitas produk sekaligus memperpanjang daya simpan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.(Ruben)
Tidak ada komentar