
LAMPUNG TIMUR -EMBARANPOS.ID — Polres Lampung Timur memberikan klarifikasi terkait meninggalnya Sakdiyah, warga Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung, setelah polisi melakukan penangkapan terhadap cucunya, Rizki Saputra (22), yang diduga terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor, Rabu (19/8/2026).
Kasatreskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir menegaskan, Sakdiyah tidak meninggal saat proses penggerebekan berlangsung. Menurutnya, korban masih dalam kondisi hidup ketika petugas berada di lokasi dan tidak terjadi kontak fisik antara anggota kepolisian dengan korban.
Iksir menjelaskan, penangkapan dilakukan tim gabungan Resmob, Intel, dan Polsek Jabung sekitar pukul 13.00 WIB. Petugas mendatangi kediaman Rizki untuk melakukan penindakan.
Ia memastikan proses penangkapan berlangsung aman dan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).
“Penggerebekan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, pelaku berhasil ditangkap,” ujar Iptu Muhammad Iksir.
Menurut Iksir, tidak ada tindakan represif terhadap anggota keluarga Rizki yang berada di rumah saat penangkapan berlangsung.
“Saat penggerebekan, nenek pelaku masih hidup dan tidak ada sentuhan fisik apa pun dengan nenek pelaku serta tidak ada bunyi tembakan apa pun saat penggerebekan,” tegasnya.
Setelah Rizki diamankan, petugas kemudian membawanya ke mako untuk menjalani proses pengembangan terkait perkara yang sedang ditangani.
Iksir mengatakan, informasi mengenai meninggalnya Sakdiyah baru diterima petugas sekitar 1,5 jam setelah penggerebekan.
“Di saat tim membawa pelaku ke mako untuk diamankan, sekitar setelah 1,5 jam dari penggerebekan pukul 14.30 WIB, tim ditelepon oleh salah satu warga bahwa nenek pelaku meninggal,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa Sakdiyah meninggal setelah petugas meninggalkan lokasi, bukan ketika proses penggerebekan berlangsung.
“Nenek pelaku tersebut diketahui meninggal sesaat setelah tim pergi melaksanakan pengembangan, bukan saat penggerebekan,” tambah Iksir.
Klarifikasi kepolisian tersebut disampaikan di tengah sorotan keluarga dan warga Desa Negara Saka terkait meninggalnya Sakdiyah.
Sebelumnya, pihak keluarga menyampaikan versi berbeda. Mereka menduga kedatangan aparat dan proses penangkapan terhadap Rizki membuat Sakdiyah mengalami guncangan hebat hingga kemudian jatuh pingsan dan meninggal dunia.
Keluarga juga mempertanyakan prosedur kedatangan aparat ke rumah serta meminta adanya penjelasan secara terbuka mengenai peristiwa tersebut.
Menanggapi hal itu, Iptu Iksir kembali memastikan bahwa personel kepolisian telah menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Langkah-langkah yang telah dilaksanakan adalah melaksanakan penangkapan sesuai SOP,” ujarnya.
Untuk mencegah situasi berkembang dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Jabung bersama perangkat desa mendatangi kediaman keluarga Rizki.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah cooling system sekaligus memberikan penjelasan kepada keluarga dan ahli waris terkait proses penangkapan.
“Kami melaksanakan cooling system dan penggalangan kepada keluarga pelaku agar permasalahan tidak berkembang,” kata Iksir.
Polres Lampung Timur menyatakan situasi di Desa Negara Saka setelah kejadian tersebut telah kembali aman dan kondusif.
Meski demikian, perbedaan keterangan antara pihak keluarga dan kepolisian mengenai rangkaian peristiwa sebelum meninggalnya Sakdiyah menjadi perhatian publik. Klarifikasi lebih lanjut diperlukan agar fakta mengenai kejadian tersebut dapat diketahui secara terang dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Tidak ada komentar