
Wamensos Agus Jabo Soroti Minimnya Siswa SD di Sekolah Rakyat Purbolinggo, Ajak Orang Tua Lewat Open House
EMBARANPOS.ID – LAMPUNG TIMUR – Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Rintisan di Sanggar Kegiatan Belajar SKB Desa Taman Asri, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Kamis 11 Juni 2026. Kunjungan itu untuk memastikan kesiapan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
Turut mendampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Sekda Rustam Effendi, Kadis Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zainuddin, Kadis Sosial Lamtim Agus Subagyo, Kepala DPMPTSP Edi Saputra, Plt Kadis PUPR Rama, Plt Kadis Dikbud Gunadili, serta pejabat terkait lainnya.
Saat ini Sekolah Rakyat Rintisan Purbolinggo menampung 64 siswa, terdiri dari 30 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan jenjang SD dan SMP.
Dalam arahannya, Agus Jabo menyoroti rendahnya jumlah peserta didik jenjang SD. Ia menilai pemerintah daerah perlu pendekatan intensif agar orang tua yakin menyekolahkan anak di Sekolah Rakyat.
“Untuk rekrutmen baru ini, tingkat SD memang paling sulit. Karena itu perlu pendekatan ke orang tua. Kalau perlu dibuat kegiatan open house dengan melibatkan tokoh masyarakat, calon siswa, dan calon wali murid agar mereka bisa melihat langsung proses pembelajaran,” kata Agus.
Ia menegaskan Sekolah Rakyat digagas Presiden Prabowo sebagai instrumen memutus kemiskinan sejak usia dini.
“Tujuan Sekolah Rakyat adalah memutus kemiskinan antargenerasi. Presiden ingin upaya itu dimulai sejak dini, terutama dari jenjang SD. Jangan sampai anak-anak yang seharusnya belajar justru diajak bekerja atau membantu orang tua sehingga kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan layak,” ujarnya.
Selain meninjau fasilitas, Wamensos juga memotivasi siswa agar belajar sungguh-sungguh. Ia menekankan tiga bekal utama: kecerdasan, karakter baik, dan keterampilan.
“Kalian harus belajar dengan baik supaya pintar, memiliki karakter yang baik, dan juga terampil. Itu modal penting untuk meraih cita-cita,” pesannya.
Agus juga mewanti-wanti agar tidak ada bullying, intoleransi, maupun pelecehan seksual di lingkungan sekolah.
“Anak Indonesia harus rukun, kompak, saling menghargai. Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada intoleransi, dan tidak boleh ada pelecehan seksual. Jika ada masalah, segera laporkan kepada guru atau wali asuh,” tegasnya.
Menutup arahan, ia mengajak siswa menghormati orang tua apa pun profesinya. “Apapun pekerjaan orang tua kalian, baik petani, buruh, sopir, atau lainnya, kalian harus bangga. Hormati mereka dan tunjukkan bahwa kalian bisa menjadi anak yang berhasil melalui pendidikan,” pungkasnya.
Bupati Ela Siti Nuryamah mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Menurutnya program ini peluang besar bagi anak keluarga kurang mampu mendapat pendidikan berkualitas.
“Atas nama Pemkab Lamtim, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Wamensos yang hadir langsung meninjau Sekolah Rakyat Rintisan di Purbolinggo. Ini motivasi bagi kami untuk terus mendukung program Sekolah Rakyat inisiasi Presiden Prabowo,” ujar Ela.
Ia memastikan Pemkab akan memperkuat sosialisasi ke keluarga penerima manfaat dan menindaklanjuti arahan open house.
“Kami akan dorong pelaksanaan open house dan libatkan tokoh masyarakat agar orang tua lebih paham manfaat Sekolah Rakyat. Harapan kami, semakin banyak anak Lamtim dapat kesempatan belajar dan meraih masa depan lebih baik,” katanya.
Ela menegaskan pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan. “Program ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang masa depan generasi Lamtim. Kami ingin anak dari keluarga kurang mampu punya kesempatan sama untuk sukses,” tutupnya.
Tidak ada komentar