PETIR800 LIVECHAT MAWAR500 LIVECHAT

Diterpa Tuduhan di Medsos, Aprohan Beberkan Rekam Jejak Prof. Warsito

Avatar photo
Embaran Post
2 Nov 2026 05:33
2 menit membaca

Diterpa Tuduhan di Medsos, Aprohan Beberkan Rekam Jejak Prof. Warsito

BANDAR LAMPUNG — EMBARANPOS.ID — Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 mulai diwarnai polemik di media sosial. Prof. Dr. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., salah satu calon rektor, disebut menjadi sasaran narasi yang menuding dirinya berpaham radikal dan ekstrem.

Alumni Unila, Aprohan Saputra, M.Pd., menyayangkan beredarnya tuduhan tersebut. Ia menilai, tuduhan serius tanpa bukti yang jelas berpotensi mencederai reputasi dan kehormatan seseorang serta mengganggu iklim demokrasi akademik.

“Saya mengenal Prof. Warsito sebagai intelektual, tokoh agama, dan aktivis yang memiliki rekam jejak panjang. Kritik boleh, tetapi harus berdasarkan data dan fakta, bukan stigma yang belum terbukti,” ujar Aprohan, Senin (2/11/2026).

Menurut Aprohan, perjalanan Warsito menunjukkan pengalaman panjang di bidang akademik, organisasi, dan pemerintahan. Warsito pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), terlibat dalam lingkungan Muhammadiyah, serta memiliki keterkaitan dengan Ikatan Alumni PMII (IKAPMII).

Di bidang akademik, Warsito pernah menjabat Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila periode 2016–2019. Ia juga pernah bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Paris pada 2019–2022.

Selain itu, Warsito mengemban sejumlah jabatan strategis di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), termasuk terkait peningkatan kualitas pendidikan, moderasi beragama, revolusi mental, serta penguatan karakter dan jati diri bangsa.

Aprohan menilai, rekam jejak tersebut perlu menjadi bagian dari penilaian publik secara utuh. Namun, ia menegaskan bahwa setiap calon rektor tetap harus dinilai secara objektif berdasarkan kapasitas, integritas, gagasan, dan program kerjanya.

“Jangan membangun opini dengan memberikan stigma radikal atau ekstrem tanpa bukti yang jelas. Itu bukan kritik yang sehat dan berpotensi menjadi pembunuhan karakter,” tegasnya.

Pilrek Unila Jangan Jadi Arena Serangan Personal

Pada 29 Oktober 2026, Senat Unila menetapkan tiga calon rektor periode 2027–2031, yakni Prof. Asep Sukohar, Prof. Warsito, dan Dr. Budiyono. Dalam pemungutan suara senat, Warsito memperoleh 15 suara dan menempati posisi kedua.

Aprohan berharap tahapan pemilihan berikutnya berlangsung kondusif dan mengedepankan persaingan gagasan, bukan serangan personal. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Unila membutuhkan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi akademik yang sehat. Biarkan para calon berkompetisi melalui visi, kapasitas, dan integritas. Jangan sampai marwah universitas dikorbankan karena kepentingan sesaat,” pungkasnya.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, dan masyarakat Lampung menjaga etika bermedia sosial serta menghormati proses pemilihan rektor agar berlangsung secara bermartabat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot
PETIR800 LOGIN PETIR800