
MRC Lampung Timur Dibuka, Wamen P2MI: Lindungi Pekerja Migran Sejak dari Kampung Halaman
LAMPUNG TIMUR — EMBARANPOS.ID-Upaya memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia dari tingkat daerah mulai mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menghadirkan Migrant Worker Resources Center (MRC) di Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai pusat informasi dan layanan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.
Peluncuran MRC tersebut dihadiri Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, Kamis (24/9/2026).
Dzulfikar menegaskan, pelindungan pekerja migran tidak boleh hanya dilakukan ketika seseorang sudah berada di negara penempatan. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan sejak masyarakat mempersiapkan diri untuk bekerja ke luar negeri hingga kembali ke tanah air.
“Bagi Bapak Presiden, melindungi satu pekerja migran itu sama artinya menyelamatkan satu keluarga. Dan menyelamatkan satu keluarga di Indonesia, itu sama artinya menjaga nyala masa depan Indonesia,” kata Dzulfikar.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang menghadirkan MRC dan mengintegrasikannya dengan layanan MPP.
Menurut Dzulfikar, keberadaan MRC diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai prosedur bekerja di luar negeri, sekaligus mencegah calon pekerja migran menempuh jalur yang tidak resmi.
Dalam kesempatan tersebut, Dzulfikar juga menyampaikan bahwa Kementerian P2MI akan memberikan kuota program SMK Go Global sebanyak 2.000 orang pada 2027 sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif MRC di Lampung Timur.
Program SMK Go Global diarahkan untuk mempersiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi sebelum memasuki pasar kerja internasional. Secara nasional, program tersebut memang dirancang untuk memperkuat kompetensi calon pekerja migran melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global.
“Kompetensi ini ada dua bagi pekerja migran: yang pertama adalah skill, dan yang kedua adalah bahasa,” ujarnya.
Dzulfikar mencontohkan peluang kerja ke Jepang yang tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, kelengkapan dokumen, kesiapan fisik, serta pemahaman terhadap budaya kerja di negara tujuan.
Ia juga mengingatkan calon pekerja migran agar memiliki visi yang jelas ketika memutuskan bekerja ke luar negeri. Penghasilan yang diperoleh, kata dia, diharapkan dapat dikelola sehingga memberikan manfaat bagi ketahanan ekonomi keluarga.
Dengan beroperasinya MRC di MPP Lampung Timur, masyarakat diharapkan mendapatkan akses layanan yang lebih mudah, terpadu dan informatif.
Layanan tersebut mencakup informasi peluang kerja luar negeri, konsultasi, persiapan keberangkatan, kelengkapan dokumen, pendampingan, pengaduan, hingga informasi mengenai pelindungan pekerja migran dan keluarganya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga telah melakukan finalisasi standar operasional prosedur (SOP) MRC bersama berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperjelas mekanisme pelayanan, koordinasi antarinstansi, serta penanganan dan rujukan persoalan pekerja migran.
Melalui integrasi MRC dengan MPP, Lampung Timur berupaya membangun ekosistem migrasi yang aman, legal dan terlindungi.
Upaya tersebut juga diarahkan agar calon pekerja migran tidak hanya memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja, tetapi memahami prosedur, hak dan kewajibannya sejak dari kampung halaman hingga kembali ke Indonesia.
(Ben)
Tidak ada komentar