PETIR800 LIVECHAT MAWAR500 LIVECHAT

Proyek Irigasi Tersier Cempaka Nuban Disorot: Tanpa Plang, Tanpa Gambar Konstruksi, Beton Diduga Dicetak Tanpa Alas

Avatar photo
Embaran Post
7 Sep 2026 10:00
Daerah 0 70
5 menit membaca

Proyek Irigasi Tersier Cempaka Nuban Disorot: Tanpa Plang, Tanpa Gambar Konstruksi, Beton Diduga Dicetak Tanpa Alas

LAMPUNG TIMUR — EMBARANPOS.ID — Proyek pembangunan irigasi tersier di Desa Cempaka Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, mulai membuka sejumlah tanda tanya.

Bagaimana tidak, proyek yang diduga dikerjakan secara swakelola tersebut disebut berlangsung tanpa papan informasi proyek, tanpa gambar konstruksi yang diterima kepala tukang, dan proses pencetakan beton diduga dilakukan tanpa alas plastik.

Jika temuan tersebut benar, pertanyaan publik menjadi sederhana: proyek ini sebenarnya dikerjakan berdasarkan apa?

Sorotan semakin menguat setelah kepala tukang yang mengerjakan proyek tersebut, Muradi, mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana proyek berasal dan siapa instansi pemberi programnya.

Kepada awak media, Jumat (4/9/2026), Muradi menyebut sejak awal pengerjaan tidak pernah melihat adanya papan informasi proyek di lokasi.

“Saya tidak tahu proyek ini dari mana, apakah dari pusat atau daerah. Dari awal pengerjaan juga tidak ada plang informasi,” ujar Muradi.

Kepala Tukang Mengaku Tak Pernah Pegang Gambar Konstruksi

Pernyataan Muradi berikutnya justru menimbulkan pertanyaan lebih serius.

Ia mengaku tidak pernah diberikan gambar konstruksi selama mengerjakan proyek tersebut.

Padahal, pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan saluran irigasi semestinya memiliki acuan teknis yang jelas agar ukuran, bentuk, ketebalan, material dan metode pelaksanaannya dapat dikontrol.

“Saya sama sekali tidak pernah menggunakan gambar konstruksi. Karena gambar konstruksinya memang tidak pernah diberikan kepada saya,” ungkap Muradi.

Ironisnya, ketika ditanya apakah pekerjaan tersebut telah sesuai spesifikasi, petunjuk teknis (juknis), dan petunjuk pelaksanaan (juklak), Muradi mengaku tidak mengetahuinya.

Dengan kata lain, orang yang berada langsung di lapangan mengaku tidak mengetahui standar teknis yang menjadi dasar pekerjaan yang dilaksanakannya.

Beton 50 x 75 x 10 Sentimeter untuk Saluran 160 Meter

Muradi menjelaskan, dirinya diminta Yunindar, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Cempaka Nuban, untuk membuat cetakan beton yang akan digunakan sebagai bagian lantai dan dinding saluran irigasi.

Ukuran beton yang disebut Muradi sekitar 50 sentimeter x 75 sentimeter dengan ketebalan 10 sentimeter, untuk kebutuhan pekerjaan saluran sepanjang kurang lebih 160 meter.

“Saya disuruh Pak Yunindar untuk mencetak cor-cor beton,” katanya.

Ketika ditanya mengenai asal proyek, Muradi justru mengarahkan awak media kepada Yunindar.

“Silakan tanyakan sama Pak Yunindar yang menyuruh saya mengerjakan proyek ini,” pungkasnya.

Yunindar Bungkam, Pertanyaan Publik Belum Terjawab

Awak media kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada Yunindar selaku Ketua P3A sekaligus pihak yang disebut Muradi memberikan perintah pekerjaan.

Namun, hingga berita ini disusun, Yunindar belum memberikan penjelasan.

Upaya konfirmasi disebut telah dilakukan dengan mendatangi lokasi pekerjaan beberapa kali. Awak media juga berupaya menghubunginya melalui telepon.

Namun, belum ada keterangan yang diberikan mengenai asal proyek, nilai anggaran, sumber anggaran, gambar konstruksi, spesifikasi teknis maupun mekanisme pelaksanaan pekerjaan.

Sikap bungkam tersebut tentu tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Namun, dalam konteks keterbukaan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah, publik berhak mendapatkan penjelasan.

Beton Dicetak Tanpa Alas Plastik, Warga Mulai Bertanya

Persoalan lain muncul dari laporan masyarakat.

Awak media menerima pesan WhatsApp dari seorang warga yang mempertanyakan metode pencetakan beton.

“Assalamualaikum Pak, ini ada pembangunan cor-coran tersier di Cempaka Nuban, wilayah Ili-Ili Tuker. Kok proses pekerjaan ngecornya tidak didasari alas plastik?” tulis warga tersebut.

Pesan tersebut disertai rekaman video yang memperlihatkan proses pembuatan cetakan beton untuk pekerjaan irigasi.

Dalam rekaman yang diterima media, proses pencetakan beton tersebut diduga dilakukan langsung tanpa lapisan plastik sebagai alas.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai apakah metode tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang sebenarnya.

Jangan Sampai Beton Hanya Kokoh di Awal

Rico Efendi, salah seorang yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan pengecoran konstruksi serupa, turut menyoroti metode tersebut.

Menurut Rico, proses pencetakan beton harus memperhatikan kondisi dasar cetakan dan pengendalian campuran agar kualitas beton tidak terganggu.

“Kalau pengecoran tidak dilapisi plastik, campuran beton bisa kehilangan sebagian air atau pasta semen karena terserap tanah. Ini dapat memengaruhi kualitas dan kekuatan beton,” ujarnya.

Namun, untuk memastikan apakah beton yang dihasilkan memenuhi persyaratan teknis, menurutnya tetap diperlukan pemeriksaan berdasarkan dokumen spesifikasi pekerjaan dan, bila diperlukan, pengujian mutu beton.

Artinya, persoalannya bukan semata-mata ada atau tidak ada plastik, tetapi apakah seluruh metode pekerjaan telah sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan dalam dokumen proyek.

Masyarakat Minta Jangan Ada Pembiaran

Sejumlah warga Cempaka Nuban mengaku prihatin jika fasilitas irigasi yang dibangun dengan anggaran pemerintah ternyata tidak dikerjakan sesuai ketentuan.

Sebab, saluran irigasi bukan sekadar proyek fisik. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan petani dan keberlangsungan pengairan lahan pertanian.

Seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak disebutkan meminta pemerintah maupun aparat penegak hukum turun langsung ke lokasi.

“Kalau memang pengerjaannya tidak sesuai aturan, kami meminta instansi terkait atau APH turun ke lapangan dan menindaklanjutinya,” ujarnya.

BBWS dan P3-TGAI Ikut Terseret Pertanyaan

Informasi yang dihimpun awak media dari sejumlah sumber di lapangan menyebut proyek tersebut diduga berkaitan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Namun, informasi tersebut masih membutuhkan konfirmasi resmi.

Justru di sinilah persoalan utamanya.

Jika benar proyek tersebut merupakan program pemerintah, mengapa papan informasi tidak terlihat di lokasi? Mengapa kepala tukang mengaku tidak pernah menerima gambar konstruksi? Siapa yang menetapkan ukuran dan metode pengerjaannya? Berapa nilai anggarannya? Dan siapa yang bertanggung jawab memastikan mutu pekerjaan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab dengan diam.

Terlebih jika proyek tersebut menggunakan uang negara, maka keterbukaan informasi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Bukan Sekadar Beton yang Harus Diperiksa

Publik tentu tidak membutuhkan proyek yang sekadar terlihat selesai secara kasatmata.

Yang dibutuhkan adalah pekerjaan yang benar-benar sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, volume, mutu dan tujuan pembangunan.

Karena itu, pemeriksaan lapangan oleh instansi berwenang menjadi penting untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut benar-benar sesuai dokumen teknis atau justru terdapat ketidaksesuaian.

Jika memang sesuai, maka klarifikasi dan pemeriksaan akan menjadi jawaban bagi keresahan masyarakat.

Sebaliknya, jika ditemukan ketidaksesuaian, maka pemerintah harus berani melakukan tindakan sesuai aturan.

Jangan sampai proyek irigasi yang seharusnya menjadi urat nadi pertanian justru berubah menjadi “Proyek Hancur Minah”—indah ketika direncanakan, tetapi menyisakan kehancuran ketika dikerjakan.

Hingga berita ini diterbitkan, Yunindar, P3A Desa Cempaka Nuban, serta pihak yang disebut berkaitan dengan program tersebut belum memberikan klarifikasi resmi.

EMBARANPOS.ID membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot
PETIR800 LOGIN PETIR800 Layar Oled Smartphone Mengubah Cara Pengguna Melihat Visual Game Online Refresh Rate Tinggi Membuat Tampilan Game Mobile Terasa Lebih Halus Teknologi Hdr Di Smartphone Membawa Warna Game Digital Terlihat Lebih Hidup Perkembangan Panel Amoled Mendorong Pengalaman Visual Game Online Yang Lebih Modern Layar Ltpo Mulai Mengubah Standar Tampilan Game Pada Smartphone Premium Resolusi Layar Smartphone Semakin Tinggi Detail Game Online Tampil Lebih Tajam Teknologi Touch Response Membawa Perubahan Pada Kontrol Game Mobile Layar Smartphone Lipat Hadirkan Pengalaman Baru Dalam Menikmati Game Digital Adaptive Refresh Rate Jadi Teknologi Baru Yang Mendukung Tampilan Game Mobile Kecerahan Layar Smartphone Meningkat Game Online Kini Lebih Nyaman Dilihat Di Luar Ruangan Game Online Berubah Seiring Perkembangan Teknologi Digital Yang Semakin Cepat Transformasi Game Online Makin Terasa Di Tengah Inovasi Teknologi Modern Perkembangan Teknologi Digital Mendorong Game Online Masuk Ke Era Baru Game Online Terus Beradaptasi Dengan Perubahan Perangkat Dan Sistem Digital Inovasi Teknologi Membentuk Pengalaman Baru Dalam Dunia Game Online Game Online Memasuki Fase Baru Di Tengah Pertumbuhan Ekosistem Digital Perubahan Teknologi Membawa Arah Baru Bagi Perkembangan Game Online Modern Game Online Dan Teknologi Digital Bergerak Bersama Menuju Pengalaman Yang Lebih Dinamis Evolusi Game Online Semakin Cepat Seiring Kemajuan Infrastruktur Digital Teknologi Modern Terus Mendorong Transformasi Game Online Di Era Digital Layar Smartphone Generasi Baru Membuat Visual Game Online Terlihat Semakin Detail Teknologi Oled Membawa Perubahan Besar Pada Kualitas Tampilan Game Mobile Refresh Rate Tinggi Mulai Menjadi Standar Baru Dalam Pengalaman Game Digital Panel Amoled Membuat Warna Dan Kontras Game Online Tampil Lebih Dinamis Perkembangan Layar Ltpo Mendukung Tampilan Game Mobile Yang Lebih Efisien Teknologi Hdr Smartphone Mendorong Detail Visual Game Digital Semakin Menarik Respons Sentuh Layar Yang Lebih Cepat Mengubah Pengalaman Kontrol Game Online Inovasi Layar Smartphone Lipat Membuka Cara Baru Menikmati Game Mobile Resolusi Tinggi Pada Layar Smartphone Membuat Grafis Game Terlihat Lebih Tajam Perubahan Teknologi Display Smartphone Mendorong Evolusi Tampilan Game Online Game Online Mengikuti Laju Inovasi Teknologi Yang Terus Berkembang Perubahan Ekosistem Digital Membawa Game Online Ke Pola Pengalaman Yang Baru Kemajuan Teknologi Mendorong Game Online Beradaptasi Dengan Kebutuhan Pengguna Modern Game Online Memasuki Babak Baru Seiring Percepatan Transformasi Digital Inovasi Perangkat Dan Jaringan Mengubah Cara Game Online Dinikmati Pengguna Teknologi Digital Terbaru Membentuk Arah Perkembangan Game Online Masa Kini Game Online Semakin Dinamis Di Tengah Perubahan Platform Dan Infrastruktur Digital Transformasi Digital Membuat Dunia Game Online Terus Mengalami Pembaruan Perkembangan Sistem Digital Membuka Peluang Baru Dalam Evolusi Game Online Game Online Berkembang Bersama Teknologi Dan Perubahan Kebiasaan Pengguna Digital Mengenal Game Berbayar Yang Menawarkan Versi Offline Tanpa Unsur Judi Bedah Perbedaan Beli Dlc Game Dengan Setoran Modal Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di Review Stores Tidak Jadi Judi Online Regulasi Larangan Game Berbayar Memuat Konten Perjudian Terselubung Edukasi Sanksi Hukum Bagi Pengembang Game Berbayar Bermuatan Judi Waspada Game Berbayar Yang Didanai Modal Dari Situs Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Putusnya Hubungan Dengan Pasangan Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keuangan Mahasiswa Regulasi Kewajiban Game Online Penghasil Dana Memiliki Izin Ojk Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menjanjikan Bunga Harian Kenali Game Berbayar Dengan Fitur Tersimpan Lokal Bukan Server Judi Cara Membedakan Harga Langganan Game Dengan Biaya Taruhan Judi Literasi Mengapa Game Berbayar Tetap Wajar Meski Ada Fitur Lucky Draw Regulasi Kewajiban Pelaporan Konten Game Berbayar Ke Otoritas Media Edukasi Cara Mengecek Lisensi Game Berbayar Melalui Situs Resmi Negara Waspada Game Berbayar Yang Menyamarkan Taruhan Lewat Kurir Virtual Bahaya Game Berbasis Uang Picu Beban Psikologis Pada Remaja Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Biaya Sekolah Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Menerima Setoran Tunai Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Live Host Berbau Judi Bedah Perbedaan Upgrade Karakter Game Dengan Menaikkan Taruhan Judi Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Membatasi Waktu Bermain Secara Sehat Literasi Apa Itu Batas Belanja In App Agar Tidak Terjerumus Judi Online Regulasi Batas Konten Lootbox Dalam Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Standar Penilaian Klasifikasi Konten Game Berbayar Nasional Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Akses Ke Link Judi Luar Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Kebiasaan Menutupi Kerugian Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Jam Tidur Remaja Regulasi Batas Transaksi Maksimal Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Membutuhkan Afiliasi Berjenjang Kenali Game Berbayar Yang Memakai Server Lokal Bukan Server Judi Luar Cara Membedakan Pembelian Skin Game Dengan Pembelian Chip Judi Online Bedah Perbedaan Sistem Energi Game Berbayar Dengan Deposit Taruhan Judi Regulasi Pengawasan Iklan Game Berbayar Di Media Sosial Edukasi Tugas Lembaga Pengawas Terhadap Game Berbayar Berindikasi Judi Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Klausul Taruhan Di Ketentuan Bahaya Game Berbasis Uang Picu Kecenderungan Berbohong Ke Keluarga Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Rencana Masa Depan Regulasi Pengawasan Algoritma Game Online Penghasil Dana Oleh Negara Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengarahkan Top Up Ke E Wallet Judi